Berikut ini adalah tayangan sejumlah foto dokumentasi Pakde Prabowo Sudarmono saat Konvoi Berempat M44A bertempur melawan lumpur pada 3 dan 4 Maret 2007. (*)

Konvoi Berempat M44A Menguji Nyali
Desember 19, 2007http://www.rockyou.com/show_my_gallery.php?source=ppsl&instanceid=95979282
Ini termasuk cerita lama dari M44A, tetapi bagi Pakde Prabowo Sudarmono, Kang Haji Normansyah, Kang Hasan dan Kang Arif kejadiannya terasa layaknya baru saja terjadi.
Sebanyak empat kendaraan — dua Willys (milik Pakde Bowo dan Kang Haji Norman), satu Civilian Jeep/CJ (milik Kang Hasan) dan satu Suzuki Jimny (kepunyaan Pak Bekti)– berangkat dari Sekretariat M44A (dahulu alias d/h Paguyuban Land Rover Banten/LRCB) di Jalan Temu Putih Gang Masjid, Cilegon, Banten, –kebun Keluarga Abah Haji, mertua Kang Haji Norman– berangkat melalui jalan belakang/kavling menembus arah ke Langgaran menuju Anyer.
Konvoi berempat tersebut menyempatkan diri mampir ke areal Mas Suklas (salah seorang”off roader” nasional dari M44A Banten) yang berfasilitas rumah makan di tepi jalan berseberangan langsung dengan Pantai Anyer. Di lahan keluarga Mas Suklas itu terdapat pula pesanggrahan dan lapangan latihan berkendaraan di luar jalan utama (off road). Bahkan, Mas Suklas sering mengajak awak M44A memanfaatkan sawah di bagian belakang kebunnya sebagai arena “gajlug-gajlugan” menggunakan kendaraan bergardan ganda masing-masing.
Kemudian, konvoi berempat meneruskan perjalanannya ke Tanung Lesung mencoba jalur yang biasa mereka lewati bila menuju Batu Hideung. Sayangnya, mereka gagal lantaran di jalan ada saluran-saluran air dalam. Ban CJ-nya Kang Hasan pun pecah –ban dalam hancur– gara-gara terjepit cerukan tanah.
Sebagai pilihan lainnya, konvoi berempat mencari jalan lain menyusuri pantai yang becek, penuh lumpur, dan sempat melewati saluran air yang biasanya berukuran sekira semeter menjadi sekira dua meter lantaran musim hujan. Mereka pun mencoba membuat jalan alternatif menggunakan kayu-kayu yang dirapatkan. CJ-nya Kang Hasan memimpin konvoi untuk menyeberang jalan kayu yang licin, dan berkali-kali meleset, sehingga harus balik arah.
Celakanya, aki CJ-nya Kang Hasan sempat drop, sehingga awak konvoi pun bersusah payah memutar arah kepala mobil tersebut. Pakde Bowo kemudian ambil inisiatif main trabas semak belukar menggunakan Willys birunya, kemudian menarik CJ-nya Kang Hasan hingga mesinnya berfungsi kembali.
Petualangan konvoi berempat pun dilanjutkan di tengah hujan deras, dan sempat terjebak lumpur, sehingga diputuskan untuk menginap di tengah jalan “tidak semestinya” alias ala “off road”. Keesokan paginya, konvoi berempat melanjutkan petualangan ibarat menguji nyali masing-masing menembus jalan dari Tanjung Lesung menuju Labuan.
Akhirnya, konvoi berempat bisa santai sejenak setelah berhasil menembus pantai, dan langsung memasak mie instan untuk disantap bersama. Setelah bersantai untuk beberapa jam, konvoi berempat pun memutuskan “pulang kandang” ke Sekretariat M44A. Mereka menyempatkan diri mampir kembalike lahan Mas Suklas di Jalan Anyer. Ternyata, konvoi berempat sempat mendapatkan “proyek”, yaitu menarik truk tronton berbobot mati sekira 16 ton!
Pantas saja awak konvoi berempat M44A sulit melupakan petualangan pada 3 dan 4 Maret 2007 itu. (*)
Catatan: Artikel ini ditulis berdasarkan penuturan kembali Pakde Bowo, dan koleksi foto pun dari Pakde Bowo.-

M44A Slides-show
November 5, 2007
Berikut ini adalah sejumlah foto saat beberapa awak M44A berlatih “gajlug-gajlugan” di lahan Pakde Prabowo S. di kawasan Taktakan, tepatnya melalui jalan di belakang Satuan Administrasi Satu Atap (Samsat) Kendaraan Bermotor Serang, Banten. (*)

Mortal’s 4×4 Adventures
Oktober 29, 2007Mortal’s 4×4 Adventures (M44A) menjadi wahana berkumpulnya para pengguna kendaraan roda empat bergardan ganda yang bermukim di kawasan Provinsi Banten, Indonesia Raya.
Perkumpulan yang kini diketuai Bapak H. Suroso (Pak Haji) –meneruskan Bapak Anwar dan Mas Didiet– itu memiliki Sekretariat M44A di Jalan Temu Putih Gang Masjid, Cilegon, Banten. Di tempat keluarga besar Kang Haji Normansyah tersebut terletak pula bengkel khusus anggota.
Di sanalah para anggota biasa kongkow sekadar membicarakan berbagai hal, terutama perkembangan dunia otomotif pada umumnya, dan kendaraan bergandan ganda pada khususnya. Di sela-sela obrolan itu pula sering ada anggota yang memperbaiki tumpangan gardan gandanya.
Sesekali, M44A mengadakan pemanasan kendaraan di lahan Pakde Prabowo Sudarmono yang berada di belakang kantor Samsat, Serang, Banten, di lahan yang bertekstur penuh gelombang dan berada di tepi sungai.
Selamat datang di dynamic web blog Mortal’s 4×4 Adventures (M44A) .-


